Sabtu, 21 November 2015

Analisis Keterkaitan Hubungan Tingkat Upah di Sumatera Barat dengan Variabel Umur, Daerah Tempat Tinggal, Pendidikan, dan Jam Kerja

Makalah ini membahas analisis keterkaitan hubungan antara tingkat upah di Sumatera Barat dengan variabel umur, daerah tempat tinggal, pendidikan terakhir, dan jam kerja. Analisis ini menggunakan data dari SAKERNAS, yang kemudian diolah dengan menggunakan program analisis SPSS.
Dimana :
Y         = Upah
X1       = Umur
X2       = Daerah Tempat Tinggal
X3       = Pendidikan Terakhir
X4       = Jam Kerja

Descriptive Statisticsa

Mean
Std. Deviation
N
Upah/Gaji sebulan yang lalu dari Pekerjaan Utama berupa uang
265732.51
692545.964
1978743
Umur
38.75
14.109
1978743
Daerah Tempat Tinggal
1.71
.452
1978743
PENDIDIKAN TERAKHIR
2.12
1.402
1978743
Jam Kerja pada Pekerjaan Utama
7.75
2.294
1978743
a. Selecting only cases for which Propinsi =  13 Sumatera Barat






A.    Uji T
Coefficientsa,b
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
-217543.787
3036.058

-71.653
.000
Umur
3821.318
31.122
.078
122.786
.000
Daerah Tempat Tinggal
-113263.056
1029.926
-.074
-109.972
.000
PENDIDIKAN TERAKHIR
216621.404
331.495
.438
653.468
.000
Jam Kerja pada Pekerjaan Utama
8898.674
192.771
.029
46.162
.000
a. Dependent Variable: Upah/Gaji sebulan yang lalu dari Pekerjaan Utama berupa uang
b. Selecting only cases for which Propinsi =  13 Sumatera Barat

Uji t ini dilakukan dengan cara melihat dari signifikan atau tidaknya koefisien regresi yaitu dengan melihat probabilitasnya. Tingkat signifikansi dari regresi Linear  ini adalah :
1.      X1 (Umur)  0,000 < 0,05 maka koefisien tersebut adalah signifikan pada tingkat signifikansi 5%. Ini berarti bahwa X1 secara statistik berpengaruh  terhadap Y (Upah) pada tingkat signifikansi 0,05.
2.      X2 (Pendidikan Terakhir) 0,000 < 0,05 maka koefisien tersebut adalah signifikan pada tingkat signifikansi 5%. Ini berarti bahwa X2 secara statistik berpengaruh terhadap Y (Upah) pada tingkat signifikansi 0,05.
3.      X3 (Jam Kerja) 0,000 < 0,05 maka koefisien tersebut adalah signifikan pada tingkat signifikansi 5%. Ini berarti bahwa X3 secara statistik berpengaruh signifikan terhadap Y (Upah) pada tingkat signifikansi 0,05.
4.      X4 (Daerah tempat tinggal) 0,000 < 0,05 maka koefisien tersebut adalah signifikan pada tingkat signifikansi 5%. Ini berarti bahwa X4 secara statistik berpengaruh signifikan terhadap Y (Upah) pada tingkat signifikansi 0,05.



B.     Uji F
ANOVAb,c
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
2.081E17
4
5.204E16
138977.024
.000a
Residual
7.409E17
1978738
3.744E11


Total
9.490E17
1978742



a. Predictors: (Constant), Jam Kerja pada Pekerjaan Utama, Umur, PENDIDIKAN TERAKHIR, Daerah Tempat Tinggal
b. Dependent Variable: Upah/Gaji sebulan yang lalu dari Pekerjaan Utama berupa uang
c. Selecting only cases for which Propinsi =  13 Sumatera Barat

Uji ini digunakan untuk menguji signifikansi secara bersama-sama atas semua koefisien regresi. Dari tabel ANOVA didapatkan nilai F hitung sebesar 138977,024  dan dengan probabilitas signifikansi 0,0003. Karena probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka model regresi ini dapat digunakan untuk memprediksi variabel upah, atau bisa dikatakan X1, X2 , X3 , X4 secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel Y (Upah).

C.     Uji Koefisien Determinasi R²

Uji ini digunakan untuk mengetahui berapa persen variasi variabel dependent (tingkat upah tenaga kerja) dapat dijelaskan oleh variasi variabel independent (Umur, pendidikan terakhir, jam kerja, dan daerah tempat tinggal). R square di atas sebesar 0,219 yang artinya 21,9% variasi variabel Y (upah) dapat dijelaskan oleh variasi variabel umur, pendidikan terakhir, jam kerja, dan daerah tempat tinggal. Sedangkan sisanya 78,1% dijelaskan oleh variabel lain di luar model.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar